PASURUAN, Tretan.News — RSUD Grati, salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam delapan tahun terakhir.
Berkat inovasi berkelanjutan dan penguatan layanan, RSUD Grati kini kian dipercaya masyarakat sebagai rumah sakit rujukan.
Sejak naik kelas menjadi rumah sakit tipe C pada Februari 2021, RSUD Grati secara konsisten melakukan pembenahan, baik dari sisi layanan medis, teknologi kesehatan, maupun tata kelola manajemen. Sepanjang tahun 2025, sejumlah capaian strategis berhasil diraih.
RSUD Grati saat ini berstatus rumah sakit tipe C dengan Akreditasi Paripurna, didukung 19 layanan spesialistik serta 18 inovasi layanan kesehatan.
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui penambahan ruang rawat inap dan ruang operasi guna menunjang kebutuhan pelayanan pasien.
Tak hanya itu, RSUD Grati turut menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan TOP BUMD Bintang 5 serta masuk dalam Top 45 Kovablik Jawa Timur, menegaskan posisinya sebagai institusi pelayanan publik yang adaptif dan berdaya saing.
Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi medis modern. Sejumlah alat kesehatan canggih dihadirkan untuk meningkatkan ketepatan diagnosis, keselamatan pasien, dan efisiensi layanan.
Salah satu layanan unggulan adalah ABUS (Automated Breast Ultrasound System), teknologi skrining payudara yang efektif untuk deteksi dini, terutama bagi perempuan dengan jaringan payudara padat.

Teknologi ini menghasilkan citra yang lebih detail dan objektif sehingga membantu penanganan lebih cepat dan akurat.
Selain itu, RSUD Grati juga dilengkapi USG 4 Dimensi (4D) untuk pemantauan kehamilan secara real time, khususnya pada kasus kehamilan berisiko, serta CT Scan untuk mendukung penanganan kegawatdaruratan dan penyakit kompleks.
Di sektor bedah, RSUD Grati telah mengembangkan Modern Operating Theatre (MOT) yang dirancang sesuai standar keselamatan pasien dan dilengkapi sistem pembedahan mutakhir.
Sementara itu, penerapan PACS (Picture Archiving and Communication System) memungkinkan hasil radiologi tersimpan dan terdistribusi secara digital, sehingga mempercepat pengambilan keputusan medis.
Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno Lestari, menyampaikan bahwa seluruh penguatan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan bermutu.
“Teknologi bukan sekadar alat, tetapi bagian dari upaya meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas tindakan, serta pengalaman pelayanan pasien,” ujar drg. Dyah Retno Lestari, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, penguatan manajemen, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama kebijakan RSUD Grati ke depan. Lingkungan kerja yang kolaboratif dan adaptif terus didorong untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis.
“Inovasi yang kami lakukan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Ini adalah proses berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan kenyamanan pelayanan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas hospitalita RSUD Grati, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Ke depan, RSUD Grati berkomitmen untuk terus berkembang sebagai rumah sakit yang mudah diakses, responsif, dan memberikan harapan bagi masyarakat, termasuk melalui penambahan tenaga dokter spesialis serta penguatan layanan unggulan lainnya.







