TPS3R Pempes Randupitu Jadi Lokasi Studi Tiru DPRD Sampang

Berita, Pemerintahan192 Dilihat

PASURUAN, tretan.news – Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Pempes di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kembali menjadi lokasi studi lapangan. Kali ini, sebanyak 10 anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sampang melakukan kunjungan studi tiru pada Selasa (20/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang telah berjalan efektif di Desa Randupitu.

Rombongan DPRD Sampang dipimpin Ketua Komisi I, Muhammad Salim, didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan). Mereka diterima langsung oleh Kepala Desa Randupitu, Muhammad Fuad, bersama Ketua TPS Pempes, Suhadi.

Ketua Komisi I DPRD Sampang, Muhammad Salim, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali sistem dan manajemen pengelolaan sampah yang dinilai berhasil dan berkelanjutan.

“Dari kunjungan hari ini kami mendapatkan banyak pelajaran, terutama terkait cara dan manajemen pengolahan sampah yang baik dan benar. Ini nantinya bisa kami terapkan di Kabupaten Sampang,” ujar Salim.

Ia juga mengapresiasi sistem kerja TPS Pempes Randupitu yang dinilai sederhana namun efektif, didukung fasilitas yang memadai dan area pengelolaan yang luas.

“Peralatannya lengkap, tempatnya luas, dan cara kerjanya simpel. Kami optimistis pola pengelolaan sampah di Desa Randupitu bisa diterapkan di Kabupaten Sampang, baik dimulai dari satu titik maupun dengan mendorong beberapa desa untuk mengadopsinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randupitu, Muhammad Fuad, mengaku bangga desanya kembali dipercaya menjadi lokasi studi tiru pengelolaan sampah oleh daerah lain.

“Alhamdulillah, Desa Randupitu bisa menjadi desa percontohan dalam pengolahan sampah. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami,” ungkap Fuad.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah desa dan peran aktif pemuda dalam mengelola persoalan sampah yang selama ini menjadi isu serius di banyak daerah.

“Prestasi ini lahir dari kolaborasi pemuda dan pemerintah desa yang terus bersinergi. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberi manfaat lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *