PASURUAN, tretan.news – Suasana ceria dan penuh kekhidmatan menyelimuti halaman SDN Bulusari 1, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/1/2026).
Ratusan siswa, guru, serta orang tua murid tampak antusias mengikuti peringatan Hari Besar Islam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Dengan mengenakan busana muslim berwarna-warni, para siswa memeriahkan acara yang dikemas edukatif dan menghibur.
Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan selawat bersama, hingga pementasan bakat siswa yang mencerminkan kreativitas dan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman.
Ketua Komite SDN Bulusari 1, Ahmad Habibie, menjelaskan makna penting peristiwa Isra Mikraj bagi umat Islam. Ia menekankan bahwa Isra Mikraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar diturunkannya perintah salat lima waktu.

“Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai-nilai ini perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bekal karakter anak di masa depan,” ujarnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Hilmi Ramadhan, pendongeng yang akrab disapa Kak Hilmi, sekaligus founder Kampung Dongeng Surabaya.Melalui dongeng interaktif bernuansa Islami, Kak Hilmi berhasil menyedot perhatian para siswa.
Para siswa tampak antusias dan larut dalam cerita yang disampaikan dengan gaya ringan, lucu, namun sarat pesan moral. Selain menghibur, dongeng tersebut menjadi media efektif untuk menanamkan nilai keimanan, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Salah satu wali murid, Hj.Nafifah, mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan pembelajaran agama dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak jadi lebih mudah memahami makna Isra Mikraj karena disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mikraj di SDN Bulusari 1 ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat pendidikan karakter religius bagi para siswa sejak dini.







