Cegah Kekerasan Digital, Kelompok 39 KKN UTM Gelar Penyuluhan KGBO bagi Siswa di Desa Billapora Rebba

Berita, Pendidikan211 Dilihat

SUMENEP, tretan.news – Sebagai upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi remaja, Kelompok 39 KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses menyelenggarakan penyuluhan bertajuk “Edukasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO): Bijak Berteknologi, Aman di Dunia Maya“.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Raudlatul Ulum, Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 08.30 WIB.

Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa dari MA Raudlatul Ulum dan SMKS Al Fata. Pemilihan target remaja didasari atas tingginya intensitas penggunaan internet di kalangan pelajar yang sayangnya belum dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni, sehingga mereka menjadi kelompok yang paling rentan terhadap risiko kekerasan digital.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN UTM memberikan edukasi mendalam mengenai bentuk-bentuk KGBO yang sering terjadi, seperti cyberstalking (penguntitan digital), doxing (penyebaran data pribadi), sextortion (pemerasan seksual), hingga penyebaran konten pribadi tanpa izin (non-consensual dissemination of intimate images).

Tidak hanya pengenalan bentuk kekerasan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai dampak psikologis, sosial, dan hukum yang dapat menjerat pelaku maupun merugikan korban.

“Kami ingin adik-adik di sini tidak hanya sekadar bisa menggunakan media sosial, tapi juga paham cara melindungi diri. Kami mengajarkan teknis keamanan akun, pentingnya pengaturan privasi, serta etika berkomunikasi di dunia maya,” ujar Dewi Solehatin, Penanggungjawab Program Kerja dari Kelompok 39 KKN UTM.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Banyak siswa yang berkonsultasi mengenai cara menghadapi komentar negatif dan bagaimana menjaga keamanan data pribadi di aplikasi populer.

Mohammad Syamsi, Pelajar Raudlatul Ulum dari SMK Al-Fata yang kini duduk di kelas XII, menyampaikan bahwa materi ini sangat relevan dengan keseharian mereka.

“Kekerasan gender berbasis online adalah jenis kekerasan yang sangat berbahaya untuk mental seseorang, jadi disini saya mendapatkan pelajaran dari sosialisasi KGBO ini, bahwasannya tidak boleh menyalahgunakan media sosial, harus mempunyai etika dalam bermedia sosial dan harus berhati hati, dan pentingnya untuk menggunakan media digital dengan bijak,” ungkapnya.

Melalui program ini, Kelompok 39 KKN UTM berharap dapat mengubah paradigma remaja di Desa Billapora Rebba agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Kegiatan ditutup dengan sesi cerita pengalaman pribadi dalam pesan yang ditulis di kertas dengan nama anomim, dan peserta KKN memberikan jawaban yang bisa membantu siswa mengatasi masalah yang sedang dan atau sudah pernah dialami tentang segala bentuk kekerasan di dunia digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *