SAMPANG, Tretan.News – Kondisi memprihatinkan yang dialami dua lansia kakak beradik di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kini mendapat respons dari Dinas Sosial Kabupaten Sampang. Keduanya selama puluhan tahun hidup di sebuah gubuk tua yang jauh dari standar hunian layak.
Masdijha (70) dan adiknya, Patha (60), menempati bangunan berukuran sekitar 5 x 7 meter yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus dapur.
Struktur rumah dari anyaman bambu tampak rapuh, atap bocor, serta dinding berlubang, sehingga air hujan kerap masuk dan menggenangi lantai rumah.
Situasi tersebut semakin berat setelah Masdijha mengalami cedera serius akibat terjatuh di sumur. Patah tulang yang dialaminya membuat ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur sederhana tanpa kasur yang layak, sementara kebutuhan hidup sehari-hari sangat terbatas.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Erwin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan awal dengan melibatkan berbagai unsur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan juga BAZNAS untuk langkah penanganan awal,” ungkap Erwin saat dikonfirmasi Minggu (11/1/26)
Ia menjelaskan, berdasarkan basis data kesejahteraan sosial, Masdijha termasuk dalam desil satu, atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Selama ini, yang bersangkutan juga tercatat sebagai penerima BLTS Kesra serta telah dijamin melalui PBI JKN.
Selain bantuan yang sudah berjalan, Dinas Sosial juga mengupayakan tambahan intervensi melalui program bantuan pemerintah pusat.
“Kami telah mengusulkan agar yang bersangkutan bisa masuk dalam program PKH dan juga bantuan sembako dari kementerian,” terangnya.
Menurut Erwin, usulan tersebut masih dalam tahap proses dan menunggu keputusan lanjutan.
“Saat ini tinggal menunggu hasilnya, mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Dinas Sosial Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap Masdijha dan Patha.
Upaya tersebut dilakukan agar kedua lansia mendapatkan jaminan sosial yang lebih layak, sekaligus menjadi bagian dari penanganan kemiskinan ekstrem yang masih dijumpai di wilayah pedesaan.







