Air Mata 2 Nenek bersaudara Pecah, MADAS Sedarah Sampang Pastikan Renovasi Rumah Reyot

Berita, Sosial324 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News – Di balik gubuk reyot yang selama puluhan tahun menjadi saksi kerasnya hidup, harapan akhirnya mengetuk pintu dua nenek kakak beradik di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Ormas Madura Asli (MADAS) Sedarah DPC Sampang datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga kepastian akan masa depan yang lebih layak.

MADAS Sedarah DPC Sampang Bersama Rombongan turun langsung ke lokasi, menyaksikan sendiri kondisi rumah yang nyaris roboh dan tak layak huni. Dalam kunjungan tersebut, MADAS Sedarah menyerahkan bantuan uang tunai dan paket sembako kepada Masdijha (70) dan adiknya Patha (60), dua nenek yang selama ini bertahan hidup di tengah keterbatasan. Sabtu (10/1/26).

 

Tak berhenti pada bantuan sesaat, MADAS Sedarah DPC Sampang menyatakan komitmen merenovasi total rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung sekaligus dapur bagi kedua nenek tersebut.

Bahkan, melihat sempit dan tidak layaknya bangunan yang ada, MADAS juga akan membangun dapur terpisah di samping rumah demi kenyamanan dan kesehatan penghuninya.

“Kondisi rumah ini sangat memprihatinkan. Rumah dan dapur menyatu, atap bocor, dinding rapuh. Kami sepakat, selain merenovasi rumah utama, juga akan membuatkan dapur di samping rumah agar lebih layak,” ujar Umar Faruq Ketua MADAS Sedarah DPC Sampang saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, hingga saat ini proses penggalangan dana internal di tubuh MADAS DPC Sampang masih terus berjalan. Meski demikian, komitmen renovasi dipastikan tidak akan surut, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian administrasi.

“Penggalangan dana masih kami lakukan ke sesama anggota. Namun sebelum pengerjaan dimulai, kami pastikan dulu kepemilikan tanahnya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.

Umar Kerap sapaan nya itu menargetkan, material bangunan akan mulai dikirim dalam satu minggu ke depan, sehingga proses renovasi bisa segera dikerjakan dan rumah layak huni dapat segera terwujud.

“Insyaallah minggu depan material sudah kami kirim ke lokasi supaya pengerjaan bisa langsung dimulai,” tegasnya.

Sementara itu, Masdijha, yang kini terbaring lemah akibat patah tulang, tak kuasa menahan haru saat mendengar kabar rumahnya akan direnovasi. Dari atas tempat tidurnya yang sederhana, matanya berkaca-kaca saat menyampaikan rasa terima kasih.

“Saya benar-benar tidak menyangka… terima kasih banyak sudah peduli kepada kami,” ucap Masdijha lirih.

Aksi nyata MADAS Sedarah DPC Sampang ini menjadi secercah cahaya bagi Masdijha dan Patha. Dari gubuk reyot yang penuh keterbatasan, kini tumbuh harapan baru, bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Sampang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *