Tak Surut Meski Terperosok, SPPG Shavina–Shavira Di Sampang Kembali Aktif di Awal 2026

Berita, Peristiwa, Sosial167 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News – Kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kembali diwujudkan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Shavina–Shavira Yayasan Oofy Nusantara Adikarya, Desa Batoporo Barat.

Setelah sempat terhenti selama 16 hari akibat keterbatasan anggaran sejak 23 Desember 2025, program tersebut kembali beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi kepada 3.501 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa-siswi sekolah, Kamis (7/1/2026).

 

Terhentinya program MBG ini bukan tanpa cerita. Selama lebih dari dua pekan, para siswa dan penerima manfaat sempat menanti bantuan yang selama ini sangat membantu kebutuhan nutrisi harian mereka, terlebih bagi anak-anak sekolah di wilayah pedesaan.

Kepala SPPG Shavina–Shavira, Khoiruman, mengungkapkan bahwa penghentian sementara dilakukan lantaran anggaran operasional telah habis. Kondisi tersebut terpaksa disampaikan kepada pihak sekolah agar tidak menimbulkan harapan yang berujung kekecewaan.

“Sejak 23 Desember 2025 kami memang tidak beroperasional karena anggaran sudah habis. Sekitar 16 hari, termasuk Natal dan Tahun Baru,” ujar Khoiruman.

Meski demikian, semangat untuk terus berbagi tidak pernah padam. Begitu program kembali berjalan, perjuangan di lapangan langsung terasa. Tim SPPG harus menembus jalan berlumpur dan berlubang demi memastikan makanan bergizi sampai tepat waktu ke tangan para penerima manfaat.

Berdasarkan pantauan awak media, pada pengiriman perdana pasca aktif kembali, kendaraan pengangkut makanan sempat terperosok di jalan saat menuju Desa Batoporo Timur. Situasi tersebut memaksa tim SPPG bahu-membahu bersama warga sekitar agar distribusi tetap berjalan.

“Hari pertama pengiriman ke Desa Batoporo Timur, mobil sempat terperosok karena jalan licin dan berlubang. Alhamdulillah dibantu masyarakat sekitar dan makanan bisa sampai dengan selamat dan tepat waktu. Kasihan siswa sudah menunggu,” jelas Khoiruman.

Khoiruman menegaskan bahwa sejak resmi dilaunching hingga awal tahun 2026, pihaknya tetap berkomitmen menyalurkan MBG kepada 3613 penerima manfaat, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.

“Kami tetap berkomitmen menyalurkan makanan bergizi gratis untuk para siswa dan siswa dari tiga desa,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid di MI Mambaul Hidayah, Desa Batoporo Barat, mengaku sangat merasakan manfaat program tersebut. Menurutnya, kehadiran MBG tidak hanya membantu kebutuhan gizi anak, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga.

“Waktu sempat tidak ada bantuan, anak-anak bertanya. Program ini sangat membantu, apalagi bagi kami. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan lagi,” tuturnya.

Kembalinya program MBG ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi infrastruktur yang belum memadai, kepedulian sosial dan semangat pengabdian tetap menjadi penggerak utama dalam memastikan hak gizi anak-anak dan kelompok rentan tetap terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *