Dari Bendahara Jadi Ketua, Agustina Pimpin dan Pramuwisata se Surabaya

Berita, Sosial, Tokoh198 Dilihat

TRETAN.news — ‎ Musyawarah DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Surabaya di Gedung Siola, Sabtu (3/1/2026), tidak sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menegaskan arah masa depan profesi pramuwisata.

Forum tersebut menetapkan Agustina Sutiarini sebagai Ketua DPC HPI Surabaya periode 2026–2030.

Agustina unggul telak dalam pemungutan suara dengan perolehan 34 suara, mengalahkan Faizal yang memperoleh 8 suara.

Kemenangan ini memperlihatkan kesinambungan kepemimpinan, mengingat sebelumnya Agustina menjabat sebagai bendahara dan aktif dalam pengelolaan organisasi.

Ketua DPD HPI Jawa Timur, Pram Sujai Asmed, menyebut pergantian kepengurusan sebagai proses penting dalam menjaga vitalitas organisasi.

Menurutnya, demokrasi internal HPI adalah fondasi bagi profesionalisme pramuwisata di lapangan.

Dalam pernyataannya, Agustina menegaskan fokus kepemimpinannya pada penguatan kapasitas anggota, terutama generasi baru.

Di Jawa Timur, tercatat sekitar 420 anggota, sekitar 75 orang aktif tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Malang Raya.

“HPI berkembang. Anggota baru membutuhkan pendampingan agar mampu tumbuh menjadi pemandu wisata yang matang secara pengetahuan dan sikap,” ujarnya.

Tantangan tersebut, lanjut Asmed, semakin besar di kota seperti Surabaya. Kota ini bukan hanya destinasi, tetapi juga ruang sejarah dan kebudayaan yang menuntut pemandu wisata memiliki wawasan mendalam.

‎“Pramuwisata tidak cukup hafal rute, tetapi harus memahami konteks sejarah dan sosial yang disampaikan kepada wisatawan,” katanya.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Disbudpora turut memberi dukungan. Herlambang, perwakilannya, mendorong HPI untuk memanfaatkan ruang-ruang pembelajaran dan menyusun program edukasi berkelanjutan demi peningkatan kualitas SDM pramuwisata.

‎Sejarah Panjang HPI
‎HPI sendiri memiliki sejarah panjang sebagai asosiasi resmi pemandu wisata Indonesia. Berdiri sejak 1983 dan resmi menggunakan nama HPI sejak 1988, organisasi ini bersifat non-profit dan non-politik, dengan tujuan mengikat dan mempromosikan pemandu wisata sebagai duta bangsa.

Di Jawa Timur, dari sekitar 420 anggota, hanya sekitar 75 orang yang aktif. Namun merekalah yang menjadi ujung tombak citra Indonesia.

‎“Pramuwisata adalah cermin keramahan bangsa,” kata Agustina.

Apa yang mereka sampaikan akan melekat sebagai kesan tentang Indonesia

Rokimdakas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *