Protes Konten Diduga Lecehkan Ulama, Massa FPI Padati Lyco Cafe

Berita, Hukum, Investigasi341 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News — Suasana Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kamis (11/12/2025) malam, mendadak memanas setelah ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Lyco Cafe.

Kedatangan massa dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sebuah video dan konten media sosial milik kafe tersebut yang dianggap menyinggung ulama.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rombongan massa tiba menggunakan delapan minibus dan satu mobil pick up. Aparat Kepolisian dari Polsek setempat bersama anggota Koramil terlihat berjaga ketat untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mengantisipasi potensi kericuhan.

Aksi tersebut dipicu oleh beredarnya video seorang pria bergoyang hingga naik ke atas meja di dalam kafe.

Selain itu, massa juga mempermasalahkan konten lain dari Lyco Cafe yang menyinggung soal harga air ketika dikaitkan dengan amalan seorang kiai. Isi konten tersebut dinilai melecehkan praktik keagamaan dan merendahkan martabat tokoh agama.

Ketua FPI Sampang, Habib Abdurrahman, menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk provokasi, melainkan penegasan sikap atas hal-hal yang dianggap melukai perasaan umat.

“Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami hanya meminta penjelasan dan menegur agar tidak ada lagi penghinaan kepada ulama.

Ulama adalah kehormatan umat, dan kami wajib meluruskan jika ada yang menyimpang,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya menerima permintaan maaf yang telah disampaikan oleh manajemen Lyco Cafe.

“Sudah ada klarifikasi dan janji untuk menghapus konten tersebut. Bagi kami, itu cukup, asalkan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambah Habib.

Di hadapan massa, pemilik Lyco Cafe, Heri, menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka.

Ia berkomitmen menghapus seluruh konten yang dianggap menyinggung serta memastikan pihaknya lebih berhati-hati dalam membuat materi publikasi ke depan.

“Kami minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi,” ujarnya.

Setelah penyampaian klarifikasi dan pernyataan maaf, massa mulai membubarkan diri dengan tertib. Situasi di sekitar lokasi berangsur kembali normal, meski polisi tetap melakukan pengamanan hingga kondisi dinilai benar-benar aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *