PASURUAN, tretan.news – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Desa Jerukput, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/9/2025), berlangsung hangat. Forum tahunan ini menjadi ruang penting bagi desa untuk menyusun arah pembangunan sekaligus menampung aspirasi warga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, Forkopimcam Gempol, Kepala Desa Jerukput H. Slamet beserta perangkat desa, serta sejumlah stakeholder terkait.
Kepala Desa Jerukput, H. Slamet, menegaskan Musrenbangdes tahun ini tidak hanya sekadar forum rutin, melainkan kesempatan emas untuk merumuskan kebutuhan prioritas.
Ia menyebut, sebelum musyawarah desa digelar, pihaknya terlebih dahulu mengadakan musyawarah dusun (musdus) di setiap wilayah.
“Untuk menjalankan program pembangunan, kami tidak bisa hanya bergantung pada Dana Desa (DD). Kami juga melakukan terobosan dengan menjalin komunikasi bersama dewan di kabupaten, provinsi, hingga pusat, serta lembaga berkompeten,” jelas Slamet.
Ia pun mengingatkan agar setiap usulan yang diajukan benar-benar berdasarkan kebutuhan utama warga.
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin agar lebih baik ke depan. Anggaran 2026 nanti 30 persen untuk koperasi desa dan 20 persen untuk ketahanan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menekankan bahwa Musrenbangdes kini memiliki peran vital dalam pembangunan.
“Kalau dulu percuma musrenbang, nggak pernah di-acc. Sekarang beda, Musrenbang sudah jadi patokan,” tegasnya.
Menurut Samsul, ada dua jalur untuk menyalurkan aspirasi pembangunan, yakni melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD yang dihimpun dari reses. Namun, ia mengingatkan agar desa tetap cermat dalam menyusun usulan.
“Program yang sejalan dengan pusat itu yang didahulukan. Jangan masukkan kewenangan kabupaten atau provinsi ke RKPDes 2026. Kalau belum terakomodasi, bisa kita dorong masuk RKPD 2027, karena RKPD 2026 sudah selesai,” pungkasnya.







