Pamekasan, tretan.news – Suasana penuh kehangatan, keakraban, dan kekeluargaan menyelimuti dalam sebuah acara reuni bulanan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu (30/8/2025).
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua KJJT Pamekasan, yang akrab disapa Cak Ma’el, para anggota, serta pengurus. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi dan refleksi bagi insan pers, sekaligus memperkuat jalinan kebersamaan dalam menjaga profesionalisme di dunia jurnalistik.
Kegiatan yang dikemas secara sederhana namun banyak makna yang terkandung di dalamnya tersebut berlangsung di kediaman salah satu pengurus KJJT Pamekasan, Ali suadi, Dusun Billaan, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Dalam sambutannya, Ali suadi, selaku tuan rumah menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas kehadiran rekan-rekan seprofesi di kediamannya. Ia menekankan pentingnya semangat persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi utama komunitas tersebut.
“Saya merasa sangat terhormat dan bangga dapat menyambut teman-teman sesama wartawan yang tergabung dalam KJJT Wilayah Pamekasan,” ujarnya.
Dikatakannya, reuni bulanan ini bukan sekedar ajang temu kangen, tapi juga ruang untuk saling bertukar informasi, memperkuat solidaritas, dan menjaga profesionalisme dalam dunia jurnalistik.
“Saya memohonan maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan maupun jamuan dan lainnya. Semoga acara hari ini membawa manfaat, barokah, bisa mempererat silaturahmi, dan memperkuat komitmen kita bersama,” tambahnya.
Ketua KJJT Pamekasan, Cak Ma’el, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan independensi dalam menjalankan profesi jurnalistik, tetap bepegang pada kode etik jurnalis, dan etika insan pers.
“Saya sangat mengapresiasi kontribusi seluruh pengurus dan anggota yang telah menjaga eksistensi komunitas selama ini, meskipun dalam dinamika dan tantangan yang sangat besar saat ini,” katanya.
Cak Ma’el juga menyampaikan harapan besar agar komunitas jurnalis ini ke depan semakin solid terus tumbuh menjadi wadah yang bermanfaat, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam organisasi sebagai upaya untuk merawat marwah dan integritas komunitas.
“Kekompakan, kebersamaan, dan keharmonisan antar wartawan harus terus dijaga. Jangan saling menjatuhkan satu sama lain karena itu hanya akan menimbulkan perpecahan,” paparnya.
Mengakhiri motivasinya, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota KJJT untuk saling mengingatkan dan menumbuhkan budaya belajar bersama.
“Dalam dunia jurnalis tidak ada istilah berhenti belajar, maka dari itu kita sama-sama belajar, sama-sama berkarya. Tetapi kita tetap berkomitmen selalu menajaga nama baik komunitas ini bersama-sama,” pungkasnya.