SURABAYA, tretan.news – Gelaran ArtSubs 2025 di Balai Pemuda Surabaya menghadirkan sesuatu yang berbeda, bukan hanya pameran seni rupa tetapi juga panggung teater anak oleh Bengkel Muda Surabaya (BMS).
Pada 30 Agustus, sanggar seni yang berdiri sejak 1972 itu akan menampilkan “Hikayat Anak yang Sombong” di Gedung Balai Budaya, Balai Pemuda Surabaya.
Lakon yang diangkat dari legenda Sangkuriang ini dipentaskan dengan sudut pandang baru. Pesannya sederhana: kesombongan melahirkan kehancuran, kebijaksanaan menumbuhkan kedamaian.
Dengan balutan musik, nyanyian dan kostum imajinatif, BMS menyajikan tontonan yang sekaligus tuntunan.
Namun lebih dari itu, pementasan ini adalah pernyataan sikap, bahwa budaya lokal masih relevan di hadapan generasi baru.
“Kami ingin legenda Nusantara tetap hidup dan disukai anak-anak masa kini,” kata manajer produksi, Dindy Indiyati.
Selama lebih dari lima dekade, BMS membuktikan dirinya mampu bertahan, meski banyak sanggar lain tumbang. Teater anak menjadi jalan mereka menjaga regenerasi seni sekaligus menanamkan nilai moral.
Di tengah derasnya budaya asing yang masuk tanpa filter, keberadaan BMS tak bisa dipandang sebelah mata. Justru di sinilah Pemerintah Kota Surabaya seharusnya hadir memberi dukungan, bukan hanya dengan kata-kata melainkan dengan kebijakan dan ruang yang nyata.
Tanpa itu, Surabaya bisa kehilangan salah satu benteng terakhir yang menjaga jati diri budayanya.
Rokimdakas
28 Agustus 2025