9 Tahun Listrik Tak Stabil, Warga Sampang Alami Kerugian Jutaan

Berita, Hukum, Investigasi133 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News — Bertahun-tahun lamanya, warga Dusun Kanderuh, Desa Banjarbillah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, harus menahan keluh kesah akibat buruknya layanan listrik dari PLN Sampang.

Pasokan listrik yang tidak stabil, ditandai dengan seringnya penurunan tegangan (voltase drop), dinilai dibiarkan tanpa penanganan serius.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan warga. Puluhan kepala keluarga dilaporkan mengalami kerugian material lantaran sejumlah peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, hingga pompa air rusak akibat voltase listrik yang kerap turun secara tiba-tiba. Ironisnya, sebagian warga mengaku tidak mampu memperbaiki maupun mengganti peralatan yang rusak tersebut.

Salah seorang warga Dusun Kanderuh berinisial KR mengungkapkan, persoalan listrik itu telah terjadi sejak awal penyambungan jaringan listrik pada tahun 2017.

Namun hingga memasuki awal tahun 2026, belum ada upaya konkret dari pihak PLN Rayon Sampang untuk menyelesaikan masalah mendasar tersebut.

“Ini bukan masalah baru. Sudah hampir sembilan tahun kami hidup dengan listrik yang tidak normal. Banyak alat elektronik warga rusak karena voltase sering turun mendadak,” ujar KR kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

KR juga menyebutkan bahwa hingga saat ini Dusun Kanderuh belum memiliki gardu distribusi listrik sendiri. Akibatnya, suplai listrik harus bergantung pada jalur distribusi yang jaraknya cukup jauh dan tidak ideal.

Kondisi tersebut menyebabkan daya listrik melemah, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga mengganggu aktivitas harian warga serta menghambat roda perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, KR mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, pihak PLN sempat melakukan peninjauan langsung ke Dusun Kanderuh dengan melakukan pendataan serta dokumentasi jaringan listrik. Namun, langkah tersebut dinilai hanya bersifat seremonial tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Mereka datang, foto-foto, data diambil, tapi setelah itu senyap. Tidak ada perbaikan, tidak ada pembangunan gardu. Warga sangat kecewa,” tegasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Banjarbillah, Suratno, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait sering turunnya tegangan listrik di Dusun Kanderuh. Ia mengaku telah menerima berbagai aduan dari warga yang terdampak.

Suratno menyatakan bahwa pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan pemasangan travo kepada PLN setempat di tahun 2025, bahkan kata Suratno sudah sempat ada petugas yang turun ke lokasi namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut

Masih kata Suratno, ia menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan memfasilitasi aspirasi warga agar persoalan tersebut segera mendapat solusi nyata dari pihak PLN.

“Kami akan segera melaporkan dan mengirimkan surat resmi lagi kepada pihak PLN Sampang agar persoalan ini segera mendapatkan penanganan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak di luar aturan, seraya memastikan pemerintah desa akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik atas setiap keluhan warga.

“Insyaallah dalam waktu dekat surat resmi akan kami kirim ke PLN Sampang agar segera ditindaklanjuti dengan membawa masyarakat dan BPD. Mohon doa dan kesabaran masyarakat,” pungkas Suratno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *