Pamekasan, tretan.news – Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Al Hasani yang berlokasi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, kembali mewisuda 39 santri dalam agenda Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Akademik Santri, pada Minggu (1/2/2026).
Para santri tersebut menorehkan capaian hafalan Al-Qur’an 10, 20, dan 30 juz, serta penguasaan Juz Amma, Kitab Imrithi, Kitab Bahasa Arab, dan Kitab Bahasa Inggris.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di lingkungan Ponpes Darut Tauhid Al Hasani dan dihadiri oleh pengasuh pesantren, perwakilan Kementerian Agama Jawa Timur dan Kemenag Pamekasan, Ketua dan Anggota DPRD Pamekasan, CEO PT Bawang Mas Group H. Her, dewan asatidz, wali santri, tokoh masyarakat, serta undangan dari berbagai kalangan.
Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Al Hasani, RKH. Muhammad Baqir Hasan Aminatullah, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti keberhasilan sistem pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara hafalan Al-Qur’an, pendalaman kitab salaf, dan penguasaan bahasa.
“Menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, memahami Kitab Imrithi, serta menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan keikhlasan. Ini adalah buah dari perjuangan santri dan bimbingan para asatidz yang istiqamah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total 39 santri yang diwisuda, sebagian telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, sebagian 20 juz, dan 10 juz, sementara lainnya menuntaskan hafalan Juz Amma. Selain itu, para santri juga diuji kemampuan membaca dan memahami Kitab Imrithi sebagai dasar ilmu nahwu dan sharaf.
Menurutnya, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani juga memberikan perhatian serius pada penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bekal santri untuk berdakwah dan berkiprah di tengah masyarakat.
“Kedua bahasa ini diajarkan secara terstruktur agar santri mampu berkomunikasi, berdakwah, dan bersaing di tengah tantangan global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kepesantrenan,” tambahnya.
Salah satu wali santri asal Kalimantan Barat, Abdurrahman, yang turut hadir mengaku terharu dan bangga atas capaian putranya.
“Pesantren ini tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kedisiplinan santri,” katanya.
Sementara itu, salah satu wisudawan, Sahli Syakur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru dan pengasuh pesantren.
“Kami dibimbing bukan hanya untuk hafal, tetapi juga untuk memahami, mengamalkan, dan menjaga Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui wisuda ini, Ponpes Darut Tauhid Al Hasani menegaskan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada umat dan bangsa. Pihak pesantren berharap para alumni dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berperan aktif di tengah masyarakat, serta menjadi penjaga nilai-nilai Al-Qur’an di manapun berada.







