33 Puskesmas Se Kabupaten Pasuruan Resmi Buka IGD 24 Jam

PASURUAN, Tretan.News — Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam di 33 puskesmas yang tersebar di 24 kecamatan. Program tersebut digagas untuk meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Peluncuran program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan dasar agar masyarakat dapat memperoleh pertolongan medis kapan pun dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, Arma Roosalina, menjelaskan bahwa pembukaan layanan IGD 24 jam di puskesmas tidak dilakukan secara tiba-tiba. Menurutnya, persiapan program tersebut telah dimulai sejak awal 2025 melalui berbagai tahapan.

“Program IGD buka 24 jam ini tidak serta-merta kita buka, tetapi sudah dimulai sejak awal tahun 2025 dengan mempersiapkan sarana dan prasarana puskesmas, mulai dari perbaikan gedung, kelengkapan alat kedokteran dan alat kesehatan IGD, hingga kesiapan tenaga medis maupun nonmedis,” ujar dr. Arma Roosalina dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa sejak 1 Januari 2026, program tersebut telah memasuki tahap uji coba implementasi secara bertahap yang disertai monitoring dan evaluasi terhadap kinerja layanan serta kesiapan tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas.

“Kemudian sejak 1 Januari 2026 kita melakukan tahap uji coba implementasi secara bertahap, disertai monitoring dan evaluasi dengan tenaga medis yang tersedia saat ini. Setelah itu, program ini resmi diluncurkan oleh Bupati Pasuruan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Bupati menyampaikan bahwa kehadiran layanan IGD 24 jam di puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Dengan dibukanya layanan IGD puskesmas selama 24 jam, kita berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Rusdi Sutejo.

Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan tenaga kesehatan yang selalu siaga, mengingat kebutuhan layanan medis tidak mengenal waktu.

“Jangan sampai puskesmas seperti anak sekolahan, siang hari saja lalu tidak ada petugas yang berjaga. Ini tidak bisa kita biarkan, karena pelayanan kesehatan tidak mengenal waktu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rusdi menekankan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan masyarakat.

“Saya ingin aset-aset milik pemerintah daerah ini bisa digunakan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat kita,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap program layanan IGD 24 jam di puskesmas tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, serta merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *